Masalah keuangan, masalah finansial, masalah duit adalah hal-hal yang pelik. Apalagi kalau ada kaitannya dengan warisan. Aduh, pokoknya ribet deh! Perebutan warisan sering menjadi hal yang tak bisa dihindari. Apesnya perebutan warisan itu mungkin akan melibatkan nyawa seseorang yang bisa saja terbunuh.
Mengail di Air Keruh yang judul aslinya Taken at the Flood menjadi buku pertama yang aku selesaikan Juli ini. Pada buku ini Madam Agatha Christie mengajak kita mendalami kasus yang melibatkan keluarga Cloade. Bersama detektif kesayangan kita, Hercule Poirot, kita akan menyibak misteri pembunuhan yang menggegerkan sebuah desa kecil.
Jadi, ini adalah sedikit rekap bacaku tentang: Mengail di Air Keruh (Taken at the Flood) karya Agatha Christie.
Tentang Buku Bacaanku
![]() |
| Novel Mengail di Air Keruh (Taken at the Flood) oleh Agatha Christie. |
Sinopsis Buku
Gordon Cloade tewas dalam serangan udara di London. Dia tidak meninggalkan surat wasiat, dan kekayaannya yang besar jatuh pada istrinya yang masih muda, Rosaleen. Tetapi kepada lima orang telah dijanjikan bagian-bagian kekayaan itu—lima orang yang sangat membutuhkan uang. Nah, mereka baru bisa menerima bagian mereka apabila Rosaleen meninggal sebelum mereka. Ada lima orang yang punya motif untuk membunuh. Lalu, terjadilah pembunuhan yang kejam. Tetapi bukan Rosaleen korbannya...
Informasi Buku
Taken at the Flood perdana terbit di tahun 1948 dengan judul There Is a Tide... Buku ini diterbitkan di Amerika dalam naungan Dodd, Mead, and Company, sedangkan di Inggris diterbitkan oleh Penerbit Collins Crime Club.
Buku ini dalam bahasa Indonesia diterjemahkan dengan judul Mengail di Air Keruh yang diterbitkan oleh Gramedi Pustaka Utama. Alih bahasanya digarap oleh Suwarni A.S. Kali ini aku baca cetakan kesepuluh yang terbit pada Mei 2022.
Akses Baca
Mengail di Air Keruh (Taken at the Flood) bisa dibaca secara digital maupun cetak. E-book-nya setahuku bisa dipinjam dengan mudah di iPusnas. Sedangkan versi cetaknya bisa dibeli di toko buku atau secara online lewat:
Website Gramedia dengan tautan ini.
Opini Selama Baca
![]() |
| Cuplikan baca Mengail di Air Keruh (Taken at the Flood). |
Buku ini dibagi jadi 3 bagian: prolog, bagian pertama, dan bagian kedua. Prolog bagiku terasa sebagai pembuka sederhana yang menarik dan ngena. Namun, aku rasa pembuka dan detail pengenalan segala hal yang terjadi di buku ini bertumpu berat pada bagian pertama.
Bagian pertama kalau aku boleh jujur sangat panjang. Setengah buku lebih sendikit. Kita akan berkenalan dengan Keluarga Cloade yang memiliki keluarga besar. Masalah konflik yang dihadapi keluarga itu sangat dijelaskan detail, terutama soal finansial mereka. Tiap orang punya masalah sendiri yang ujung-ujungnya yah berkaitan dengan duit.
Cuma selain masalah keuangan, ada sedikit masalah perasan alias masalah romansa yang melibatkan tiga orang. Jujur ya, untukku pribadi aku rasa konflik romansa ini agak gimana gitu dan bikin kurang sreg. Di mataku soalnya konflik ini berasama nyaris nyrempet kerasa-rasa mau selingkuh. Kebimbangan perasaan ditekan di konflik ini yang jujur bukan seleraku.
Meskipun begitu, bagian pertama masih memiliki sentuhan tersendiri yang khas. Beberapa hal digambarkan dengan detail. Selain itu, lingkungan Warmsley Heath juga menarik dan mudah dibayangkan. Sebuah desa yang mungkin tidak terkenal, kecil, tapi entah kenapa terasa nyaman kalau aku baca.
Kematian seseorang di desa kecil itu menjadi gong di bagian pertama. Kayak akhirnya cerita mulai berjalan naik. Soalnya di bagian satu tensinya terasa lempeng dan kurang. Oleh karena itu, di bagian pertama aku cukup merasa bosan di bagian-bagian tertentu. Rasanya agak gemas dengan perkenalan yang tebal dan terasa biasa saja.
Bagian kedua memberikan kesan yang jauh berbeda dibanding bagian pertama. Ceritanya berjalan lebih cepat. Soalnya banyak hal yang terjadi dengan penyelidikan yang diputar-putar. Beberapa kali rasanya kembali ke titik awal lagi.
Aku merasa beberapa misteri dan teka-teki di buku ini lebih mudah diduga. Soalnya tergambar jelas buatku. Meskipun tetap saja sih ada sedikit bagian yan meleset dari dugaanku.
Semakin cerita bergerak ke akhir, rasanya semakin seru. Cuma yah ada beberapa bagian yang klise untukku personal. Semua misteri memang terjawab, meskipun entah kenapa rasanya agak hambar untukku. Selain itu, aku tidak sreg dengan ending cerita yang membuatku bengong dan aneh.
Penutup Habis Baca
![]() |
| Kutipan berkesan bagiku pas baca Mengail di Air Keruh (Taken at the Flood). |
Mengail di Air Keruh (Taken at the Flood) menghadirkan penggambaran cerita mnenarik tentang kasus pembunuhan di tengah permasalahan warisan. Meskipun aku cukup bosan di bagian awal cerita karena memang sedikit kompleks beberbelit, repetitif, dan ada bagian yang secara personal aku kurang suka. Beberapa misteri mudah diduga dan terasa klise. Akhir cerita pun ditutup dengan kurang menyenangkan untukku. Sebab ada rasa mengganjal dan tak puas usai rampung membaca buku ini.
Aku rasa bisa dibilang kalau aku cukup menikmati perjalan membaca buku ini. Skor akhir dariku awalnya mau 3,5 dari 5 bintang, cuma karena ending-nya yang yah begitulah aku beri skor 3 dari 5 bintang. Masih cukup menarik dibaca meskipun ada beberapa tidak terlalu aku suka.
Versi singkat tulisan ini bisa dibaca di bookstagram @arestyuning atau klik tautan ini.
restyu, 190726.





Posting Komentar